Kamis, 10 Februari 2022

LATAR BELAKANG TERJADINYA ISRO' MI'ROJ

LATAR BELAKANG SEBELUM TERJADINYA ISRO' MI'ROJ.

Sebelum Nabi Muhammad SAW mendakwah dan mengabarkan tentang isro' mi'roj, jauh jauh sebulum itu Nabi Muhammad SAW sudah mendakwahkan dirinya sebagai nabi dan rasul, dua dakwah itu memang di tolak mentah secara logika oleh orang orang Bani Israel termasuk golongan Yahudi,

Alasan yang sangat mendasar mengenai dua dakwah Nabi Muhammad SAW ditolak, memang secara sejarah orang orang Bani Israel bukan tidak tau akan datangnya nabi akhir zaman, namun menurut ramalan mereka justru keturunan Bani Israel-lah yang paling pantas menduduki kursi jabatan sebagi nabi akhir zaman .

Mengapa demikian ?

Berikut kami ulas silsilah Bani Israel dan mengapa mereka tidak mau mempercayai Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul akhir zaman.

SILSILAH BANI ISRAEL .

Dalam kitab suci Al Quran sejarah orang orang yang dipilih Allah SWT sebagai pengganti dan penerus nabi atau rasul diberi keistimewaan yang lebih dari pada yang hanya memiliki jabatan sebagai raja saja, namun keistimewaan itu berubah semenjak nabi Ibrahim AS diutus. Makanya dalam ayat :

( إن الله اصطفى آدم ونوحا وآل إبراهيم ) آلى آية  ( على العالمين )

Artinya : "Allah SWT telah memilih Adam AS dan Nuh AS dan keluarga Ibrahim As Melebihi atas orang orang seluruh alam dalam"

Ayat ini ada tambahan lafadz آل yang punya arti keluarga.

Keistimewaan itu seperti yang di jelaskan dalam MAULID AD DIBA'I : setiap nabi dan rasul diberi tugas untuk meneruskan dakwah dakwah nabi sebelumnya dan dibekali anugrah yang luar biasa yaitu Nur Muhammad ( cahaya Nabi Muhammad SAW ) .

Semenjak nabi Adam AS diutus nur Nabi Muhammad SAW itu sudah dititip dalam diri Nabi Adam AS sehingga ketika beliau wafat nur itu dipindah pada Nabi Syits AS

Dan kemudian dipindah pada Nabi Idris AS sampai Nabi Nuh AS dan Nabi Hud AS. 

Setiap orang orang yang diberi titipan nur Nabi Muhammad pasti menjadi orang yang mulia dan berpengaruh baik di kaumnya sendiri atau dikaum yang lainnya

Baru setelah Nabi Ibrahim AS wafat dan nur itu dititip pada Nabi Ismail AS, maka Nabi Ismail AS kalah masyhur terhadap nabi Ishaq AS, Nabi Ishaq lebih masyhur dikaumnya dari pada Nabi Ismail padahal Nabi Ismail yang membawa titipan nur Nabi Muhammad SAW 

Dari Nabi Ishaq AS lahirlah Nabi Ya'qub AS, nah dari Nabi Ya'kub AS ini lahir dua putra yang juga tidak kalah syohor dan berpengaruh dikaumnya, yaitu : Lawi dan Yahudza

Dari kedua putra Nabi Ya'qub AS ini yang sampai dizaman Nabi Muhammad SAW tetep masyhur, punya keturunan para nabi dan beberapa raja, termasuk sesepuh orang orang Bani Israel dan orang orang yahudi, sementara Nabi Muhammad SAW sendiri dari keturunan Nabi Ismail AS yang notabene sejarahnya sedikit tenggelam dimata Bani Israel dan golongan yahudi, sehingga keyaqinan orang orang Bani Israel dan orang orang yahudi nabi akhir zaman mesti dari golongan mereka Bani Israel atau yahudi

HUBUNGAN MASJIDIL HARAM DENGAN MADJIDIL AQSHA .

Semasa Nabi Muhammad SAW mendakwakan diri sebagai nabi dan rasul akhir zaman dan mengaku dari keturunan Nabi Ibrahim AS orang orang Bani Israel meminta bukti atas dakwaan tersebut, sementara keyaqinan mereka Nabi Ibrahim AS hanya tinggal di Baital Maqdis falistin saja hingga sampai turun ayat : 

إن أول بيت وضع للناس للذي ببكة مباركا وهدى للعالمين فيه آيات بينات مقام إبراهيم 

Maqom Ibrahim menjadi bukti yang kuat bahwa Nabi Muhammad SAW adalah keturunan Nabi Ibrahim AS, walaupun Nabi Muhammad SAW sendiri lahir di kota Makkah, dengan bukti ada maqom Ibrahim di Masjidil Haram serta Hijr Ismail, menguatkan bahwa Nabi Ibrahim AS pernah tinggal di kota Makkah dan membangun ka'bah sebelum Nabi Ibrahim AS membagun Masjidil Aqsha

Tak puasnya orang orang Bani Israel dan orang orang yahudi mengotak atik dakwaan Nabi Muhammad SAW, mereka menuntut Nabi Muhammad SAW untuk bisa menyifati Masjidil Aqsha dengan sedeteil deteilnya, bahkan dalam riwayat Nabi Muhammad SAW diminta untuk menghitung jumlah pintu Baital Maqdis, dari sabab itu Allah SWT menghendaki Nabi Muhammad SAW untuk melakukan Isro' dan Mi'roj

KEAJAIBAN ISRO' TERLIHAT DIMATA  BANI ISRAEL .

Orang orang bani israel dan orang orang yahudi selalu kontinew dalam mengotak atik dakwah Nabi Muhammad SAW, dari mereka ada yang ngotot miminta penjelasan yang deteil tentang Nabi Nabi Bani Israel, siapa saja dan bagaimana sifat siafat-Nya . 

Setelah Nabi Muhammad SAW memberi kabar bahwa beliau sudah melalukan Isro' ke Baital Maqdis dalam waktu yang sangat singkat, serta beliau mampu menjelaskan semua pertanyaan pertanyaan yang diajukan Bani Israel, mereka kagun yang sangat dahsyat, sehingga ketika kebenaran dakwah Nabi Muhammad terlihat jelas dimata mereka, maka timbullah sifat hasud dari hati mereka yaitu dalam ayat : 

ود كثير من أهل الكتاب لو يردونكم من بعد إيمانكم كفارا حسدا من عند أنفسهم من بعد ما تبين لهم الحق

BUKTI KEBENARAN NABI MUHAMMAD SAW MELAKUKAN ISRO' .

Di antara bukti kebenaran Nabi Muhammad SAW melakukan isro', Nabi Muhammad tidak hanya mengabarkan bahwa beliau melakukan shalat sunnah dan dima'mumi para Nabi dan Rasul saja, akan tetapi beliau juga menceritakan cara menyancang hewan tunggangannya dengan deteil, sabagaimana cara itu dilakukan para Nabi dan para Rasul sebelumnya, seperti yang dikutip Mufassirin dikitab Kitab Kita Tafsir yang mu'tabaroh.

PANDANGAN SAHABAT ABU BAKAR RA DAN PEMIMPIN ORANG KAFIR TERHADAP PERISTIWA ISRO' .

Sahabat Abu Bakar RA ketika mendengar kabar bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan isro', beliau langsung mempercayai serta beriman atas kebenarannya, bahkan beliau Abu Bakar menguatkan, seraya mengatakan " Ya Rasulullah, jangankan engkau hanya melakukan isro' satu kali dalam semalam, seandainya engkau melakukan isro' seribu kali dalam satu malam saya akan tetap mempercai", ungkap Abu Bakar RA.

Mendengar pernyataan sahabat Abu Bakar RA yang sedemikian, Abu Lahab Dan Abu Jahal serta teman teman lainya geram dan menegaskan, seraya mengatakan Ya Muhammad coba engkau angkat kakimu! Maka Nabi Muhammadpun mengangkatnya, lalu Abu Lahab mengatakan lagi Ya Muhammad! coba angkat juga yang satunya! Artinya Abu Lahab meminta agar Nabi Muhammad bisa mengangkat kedua kakinya bersamaan, kemudian Abu Lahab menuding dengan jari jari tanganya seraya meremehkan serta mengatakan hai Muhammad mengangkat kedua kakimu saja kamu tidak bisa, apalagi kamu mengaku bisa ke Baital Maqdis dalam waktu yang sangat singkat! 

Sebab itu Allah SWT menghinakan Abu Lahab menggunakan bahasa tangan, yaitu dalam ayat :

تبت يدا أبي لهب وتب الأية

Secara normal dan kebiasaan menghina menggunakan bahasa tangan, sangat tidak pas, artinya tidak menyakitkan orang yang dihina, kebiasaan menghina yang menyakitkan adalah menggunakan bahasa mata atau kepala.

Dalam syuruhul hadits banyak dijelaskan bahwa perjalanan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha berkisar 40 hari ( bila dihitung secara normal ).

Lalu bagaimana Narasi Abu Bakar RA yang menegaskan " jangankan satu kali, seribu kalipun beliau tetap percaya" 

Dalam ilmu Aqidah sebagai orang mukallaf tidak hanya dituntut untuk beriman kepada hal hal yang dhohir saja, namun paha hal hal yang ghaib juga ditaklif agar bisa diimani, bahkan beriman kepada hal hal ghaib yang menjadi barumeter keimanan yang haqiqi

Contoh : kebenaran peristiwa isro' dalam waktu yang sangat singkat, secara logika normal tidak mungkin Nabi Muhammad SAW bisa melakukan perjalanan isro' dalam waktu Tiga jam, ( dalam sebagian riwayat hangatnya temapat tidur beliau belum dingin" hilang" ) yang jaraknya sangat jauh dan membutuhkan waktu 40 hari, namun apalah daya jika Allah menhendaki. 

Keyaqinan Abu Bakar RA terhadar kuasa Allah SWT ini yang bisa membuat beliau berkata demikian

BAROMETER ABU BAKAR RA TERHADAP KUASA ALLAH .

Sebagai orang mukallaf yang beriman pastilah mempuyai keyaqinan bahwa Allah SWT maha kuasa, entah sudah melihat buktinya atau hanya meyaqini saja tanpa meneliti kenyataannya, berbeda dengan sahabat Abu Bakar RA yang sudah melihat bukti kekuasaan Allah SWT serta melalui penelitianNya

Peristiwa isro' yang sangat singkat tentu sangatlah mudah kalau di lihat dari kekuasaan Allah SWT, akan tetapi kemudahan itu apakah kita sebagai orang muslim pernah menelitinya?

Jawaban itulah yang ada di iman Abu BakarRA, contoh : kita umpamakan ke Jam Dingding, Jam Dingding menunjukkan pukul 12, kita akan menemukan Jam Dingding pukul 12 lagi menunggu 12 jam ( satu putaran ), itu bila diukur dengan waktu yang normal, artinya menunggu jalanya jarum Jam berjalan sendiri . Namun jika kita sendiri yang memutar jarumnya, maka kita akan menemukan 1000 kali putaran dalam satu menitnya . 

Begitu juga dengan peristiwa isro', jika kita ukur dengan waktu normal, maka Nabi Muhammad SAW butuh waktu 40 hari bisa sampai ke Baital Maqdis belum pulangnya, namun jika Allah SWT sendiri yang memperjalankan maka Allah SWT bisa memperjalankan Hambanya 1000 kali dalam waktu satu menit 

Waallahu aklam. 

Foto penulis

Penulis : Goesmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

VISI TASI AKREDITASI SMP AL-MUSTOFA TEPA'NAH 2022

  VISITASI AKREDITASI SMP AL-MUSTOFA TEPA'NAH 20-21 Oktober 2022 Tim Asesor bersama Dewan Guru Tim Asesor Badan Akreditasi akreditasi se...